.

Jumat, 11 Desember 2009

Tes CPNS Susulan Kota Kediri

Pengumuman Hasil Tes CPNS Carut marut penerimaan CPNS Kota Kediri berlanjut. Kali ini, panitia kesulitan mencari dana untuk menggelar tes susulan atau tes gelombang dua rekrutmen CPNS di Kota Tahu ini. Padahal untuk menggelar tes ini setidaknya dibutuhkan anggaran Rp 200 juta. Sementara tes akan digelar pada Minggu (6/12) besok.

Pengumuman Hasil Tes CPNS Kota Kediri Kabar soal tes susulan ini muncul saat Komisi A (Bidang Hukum dan Pemerintahan) DPRD Kota Kediri memanggil panitia CPNS. Mereka minta pertanggungjawaban panitia atas amburadulnya penerimaan CPNS sampai terjadi tes susulan. Namun pemanggilan itu belum sampai pada “permainan” CPNS di Kota Kediri.

Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Ketua BKD Semeru Singgih selaku panitia penerimaan CPNS. Baik Komisi A maupun panitia sementara harus menuntaskan lebih dulu tes susulan. “Tes harus jalan dulu,” kata Semeru.
Saat ini, panitia sudah menyiapkan tes susulan. Soal dan lembar jawaban dipastikan Sabtu (5/12) ini datang. Belasan gedung sekolah juga sudah disiapkan untuk tempat tes. Hasilnya akan dikoreksi bersama hasil tes regular atau tes CPNS pertama. Pengumuman pada 12 Desember.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penerimaan CPNS Kota Kediri diwarnai gelombang demo. Ratusan pendaftar CPNS menduduki Balai Kotai. Mereka para lulusan PT Islam dan mengantongi akta IV(mengajar) dicoret. Jumlahnya 4.567. Namun setelah diverifikasi kembali, yang lolos saat ini 2.768. Inilah yang Minggu besok mengikuti tes sululan.

Dalam pertemuan di gedung dewan itu, berkembang wacana dana Rp 200 juta akan diambilkan dari pos Dana Tak Terduga. Ketua Komisi A, Muhaimin, bereaksi keras. Saat ditemui, wakil dari PKB ini belum bisa memutuskan.

“Biar tak semakin gejolak, tes tetap harus digelar. Soal dana, masih harus dipelajari. Kita menyayangkan kondisi ini. Sebab tes pertama sudah Rp 300 juta sekarang tambah Rp 200 juta. Ini pemborosan,’ tegas Muhaimin.
Sholahudin Fathur Rahman, Wakil Ketua DPRD Kota Kediri, saat dikonfirmasi Surya menegaskan bahwa sejak awal panitia tidak professional. Tidak bisa panitia CPNS tiba-tiba mengambil anggaran dari dana bencana. “Siapa yang bisa menjamin tidak ada bencana,” kata Sholahudin. K2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar