.

Senin, 21 Juni 2010

Butuh Keajaiban ke Babak 16 Besar

Prediksi Meksiko vs Uruguay TUAN rumah Afrika Selatan (Afsel) dan runner up edisi 2006 Prancis membutuhkan keajaiban untuk lolos ke 16 Besar. Sebab, kemenangan saja tidak menjamin mereka lolos, berapapun skornya. Sebaliknya, kedua tim itu sangat potensial tersingkir dari turnamen jika laga lain di Grup A antara Meksiko melawan Uruguay berakhir imbang. Situasi macam itulah yang dihadapi ketika kedua negara tersebut bertemu di matchday pemungkas Grup A, nanti malam (siaran langsung RCTI, pukul 21.00 WIB).

Meksiko vs Uruguay Itu terjadi lantaran Prancis dan Afsel sama-sama baru mengemas satu poin. Sedangkan Uruguay dan Meksiko yang bentrok di saat yang sama sudah mengumpulkan empat poin. Satu-satunya cara lolos ke 16 Besar adalah memenangkan pertandingan, lalu berdoa agar laga Uruguay versus Meksiko tidak berakhir dengan hasil seri.

"Menjadi kompetitor berarti kami harus berjuang hingga akhir, meskipun kesempatannya sangat kecil," papar Raymond Domenech, pelatih Prancis, seperti dilansir Reuters.

"Harapan kami untuk lolos masih terjaga, dan memang harus kami jaga selama mungkin," tambahnya. "Ini soal kebanggaan, soal kehormatan Prancis. Merebut Piala Dunia adalah mimpi yang harus dikejar, meskipun kondisi tim sedang diselimuti mendung seperti sekarang," papar pelatih yang kontraknya habis usai PD tersebut.

Sebenarnya, mendung yang disebut oleh Domenech bukan saja terkait masalah teknis. Lebih dari itu, timnya memang sedang dirundung masalah internal. Sabtu lalu (19/6) dia terpaksa memulangkan striker Nicolas Anelka yang memakinya saat latihan. Bukannya selesai, masalah malah semakin ruwet dengan adanya aksi mogok latihan yang dilakukan para pemain.

Problem internal itu jelas memecah konsentrasi penggawa Les Bleus - sebutan Prancis - jelang duel hidup mati di Free State Stadium nanti malam. Terlebih, insiden tersebut membuat kondisi mental Patrice Evra dkk kacau. Mereka juga dilanda ketakutan akan terulangnya memori buruk edisi 2002. Saat itu, Prancis yang berstatus juara bertahan harus kandas di babak pertama.

"Saya seharusnya berada di kamar, bersantai. Rileks untuk menghadapi game. Tapi situasinya tidak memungkinkan kami semua untuk melakukan itu. Saya sangat sedih," papar Evra kepada Associated Press. "Kami adalah pemain-pemain top, dan tidak bisa lolos ke babak kedua turnamen major" Sungguh tak bisa diterima," tambah bek Manchester United itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar