Menyambut 2010, berbagai tempat rekreasi di Visit Batam dipadati pengunjung. Wali Kota Batam Ahmad Dahlan bersama warga menggelar salat gaib untuk mantan Presiden Ke-4 Abdurrahman Wahid sebelum merayakan malam tahun baru.
Pantai Nongsa menjadi salah satu pusat keramaian warga. Para pengunjung sengaja membawa peralatan lengkap seperti radio, tikar, dan makanan. "Kami bakal begadang di sini, mas!" kata Marzuki, 26 tahun. Marzuki tidak sendiri. Ada dua puluh orang temannya, dan tak terlihat wanita.
Meski masih bujangan, tapi mereka tidak tertarik membawa teman wanita ke pantai itu." Nanti lain cerita kalo bawa cewek," kata Sofian, 24. Marzuki dan Sofian bekerja di sebuah perusahaan elektronik di Muka Kuning Batam. Rencananya akan tidur di pantai Nongsa hingga pagi, karena hari Jumat (1/1) perusahaan tempatnya bekerja tutup.
Tidak hanya Pantai Nongsa yang dipadati pengunjung waktu malam. Jembatan Fisabillah yang dikenal Jembatan Barelang pun menjadi sasaran muda-mudi mengadu kasih. Sepeda motor dan mobil berjejer di atas jembatan.
Petugas keamanan dari kepolisian dan satuan pengamanan Otorita Batam terpaksa mengusir pengendara. "Jangan parkir di atas jembatan," teriak seorang petugas. Ia minta semua kendaraan di parkir di tempat yang telah disediakan.
Keramaian ini dimanfaatkan para pedangang bergagam makanan. Murti, 30 tahun, misalnya. Ia menjajakan dagangan jagung bakar. "Malam ini bisa habis 300 buah jagung bakar," kata dia. Biasanya, dia hanya menghabiskan 80 buah. Jagung mentah yang dibeli dari Tanjungpinang, dan Karimun itu dijual Rp.6.000 per buah.
Di Aula Engku Putri yang merupakan lapangan Kantor Pemerintah Kota Batam juga dipadati pengunjung. Diperkirakan 10 ribu orang memadati lapangan tersebut untuk menyaksikan musik meyambut malam tahun baru 2010.
"Masyarakat perlu dihibur," kata Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan kepada Tempo. Sebelum membuka acara menyambut Tahun 2010, Ahmad Dahlan mengikuti salat gaib untuk mendiang mantan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur di Mesjid Raya Batam.
Menurut Ahmad Dahlan, Gus Dur adalah orang pintar dan mengerti betul soal agama, jiwanya sederhana serta menjadi pemersatu bangsa. Tidak kurang dari 2.000 orang mengikuti salat gaib itu.
Oleh sebab itu, rakyat Indonesia harus memasang bendera setengah tiang mengenang jasa Gus Dur yang tidak hanya sebagai presiden, tapi juga sebagai ulama yang karismatik. Di tanya soal jumlah wisatawan berkunjung ke Batam tahun 2009, Ahmad Dahlan belum bersedia menjawab. "Nanti saya tanya DInas Pariwisata dulu," kata Ahmad.
Pengunjung tempat hiburan rakyat di Aula Engku Putri mulai meninggalkan tempat itu pukul 02.00 WIB. "Kita sudah siapkan petugas untuk mengantisipasi tindak kejahatan menjelang tahun baru 2010," kata Kepala Polisi Barelang, Komisaris Besar Polisi, Leonidas Braksan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar